jump to navigation

Inklusivitas dan Citra Sang Presiden Mei 5, 2009

Posted by edwinvai in Tokoh.
Tags:
5 comments

Beberapa hari yang lalu,

Presiden Unik Amerika

Presiden Unik Amerika

tepatnya Rabu 29 April 2009, terjadi sebuah peringatan akbar di Amerika Serikat. Barrack Husein Obama, presiden terpilih Amerika sangat berapi-api ketika berpidato dalam Pers Conference menyambut 100 hari pemerintahannya. Setelah menyelesaikan pidatonya dengan senyum segar sembari melambaikan tangan, ia kemudian menutup perjumpaan dengan rakyatnya. Semenjak Obama terpilih menjadi Presiden, banyak kalangan yang memprediksi adanya perubahan signifikan dalam sistem kepemerintahan U.S.A. Pada awal kepemimpinannya,dia mengisyaratkan pendekatan kebijakan baru mulai dari isu ekonomi, perubahan iklim, sampai hubungan AS dan Iran. (lagi…)

How about being lonely in this life… Mei 4, 2009

Posted by edwinvai in filosofi kehidupan.
add a comment
Merenung dan Kesepian

Merenung dan Kesepian

Hari berganti, bulan berlalu,tahun berganti, dan musim bergilir. Manusia kian memenuhi jagad kehidupan ini. Bukannya semakin sedikit, jumlah populasi manusia semakin padat. Dengan kondisi yang demikian ini, seharusnya kehidupan sosial akan semakin membaik. Namun sayang, semakin sesak dunia yang kita diami bersama ini, justru semakin membelokkan cara pandang mereka. Bukan jiwa sosial lagi yang berkembang, namun jiwa individualistis yang berlebihan. Sudah tidak ada lagi kepedulian dalam hal apapun, terutama dalam kemanusiaan. Sikap egosentris yang berlebihan inilah yang akhirnya memunculkan berkurangnya nilai-nilai perdamaian dan kesetiakawanan sosial. Disadari atau tidak, dengan jumlah manusia yang tak habis untuk di hitung ini, kita sebenarnya telah hidup sendiri di dunia ini. Sampai kapan kita akan bertahan sendirian, sampai kapan???

Matinya Revolusi Ideologi Mei 1, 2009

Posted by edwinvai in Ideologi.
Tags: , , ,
add a comment
Total Surrender to God

Total Surrender to God

Sejauh manusia menancapkan kuku-kukunya di sudut-sudut peradaban dunia selama berabad abad, selalu ada kebutuhan akan suatu keyakinan. Mulai jaman kegelapan yang dimulai dengan adanya konsep ketuhanan Dewa Ra, manusia sudah berusaha menciptakan suatu paham kepercayaan yang hakekatnya sangat prinsipil sekali. Konsep yang selanjutnya dalam terminologi modern disebut ideologi ini, menuntut adanya pembuktian kebenaran dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya pada tahun-tahun berikutnya, dengan berbagai jenis lelaku sosialnya,manusia belajar untuk lebih memahami arti kehidupan. Di tengah-tengah hegemoni sosial yang semakin maju, muncullah nama-nama besar yang menjadi poros tengah pemikiran peradaban pada setiap masa. (lagi…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.