<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sebuah Eksistensi</title>
	<atom:link href="http://edwinvai.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edwinvai.wordpress.com</link>
	<description>Hidup adalah bunga, dan kita adalah kumbangnya. Light up the darkness. Mungkin kata-kata itu sudah cukup mewakili hasrat saya terhadap blog ini.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Mar 2010 00:16:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='edwinvai.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/0734fb76f3f470b39a33cf3ec3414106?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Sebuah Eksistensi</title>
		<link>http://edwinvai.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://edwinvai.wordpress.com/osd.xml" title="Sebuah Eksistensi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://edwinvai.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bisnis Dahsyat Tahun Ini</title>
		<link>http://edwinvai.wordpress.com/2010/03/02/bisnis-dahsyat-tahun-ini/</link>
		<comments>http://edwinvai.wordpress.com/2010/03/02/bisnis-dahsyat-tahun-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 00:16:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edwinvai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis dahsyat]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis praktis]]></category>
		<category><![CDATA[MRR]]></category>
		<category><![CDATA[paket bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[paket bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[PLR]]></category>
		<category><![CDATA[praktis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edwinvai.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Bisnis adalah suatu upaya melakukan transaksi dan operasi massal dengan mengutamakan keuntungan antara berbagai pihak yang berkepentingan di dalamnya. Di era post modernisme ini, sudah bukan rahasia lagi seseorang mampu berbisnis dengan berbagai macam cara dan metode. Di tengah terpuruknya sistem ekonomi dunia dan labilnya dinamika pasar, bisnis menjadi suatu trend tersendiri dalam mempertahankan eksistensi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwinvai.wordpress.com&amp;blog=5412555&amp;post=96&amp;subd=edwinvai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://edwinvai.files.wordpress.com/2010/03/tyo.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-97" title="tyo" src="http://edwinvai.files.wordpress.com/2010/03/tyo.jpg?w=300&#038;h=226" alt="" width="300" height="226" /></a>Bisnis adalah suatu upaya melakukan transaksi dan operasi massal dengan mengutamakan keuntungan antara berbagai pihak yang berkepentingan di dalamnya. Di era post modernisme ini, sudah bukan rahasia lagi seseorang mampu berbisnis dengan berbagai macam cara dan metode. Di tengah terpuruknya sistem ekonomi dunia dan labilnya dinamika pasar, bisnis menjadi suatu trend tersendiri dalam mempertahankan eksistensi finansial seseorang. Banyak yang cukup beruntung, namun tidak sedikit pula yang rugi akan hal ini.</p>
<p>Saya sendiri sudah lama berkecimpung dalam sebuah pekerjaan institusional yang monoton dan sangat melelahkan. Apalagi dengan bekerja disitu, kemampuan berkreativitas sangat dibatasi dan sulit untuk melakukan proses pengembangan diri. Dan yang pasti, diatur-atur oleh atasan dan dikejar-kejar dateline pembuatan berkas pekerjaan sangatlah menjengkelkan. Untuk sekedar santai sejenak saja sulit, apalagi melakukan aktivitas hobi atau refreshing ke cafe kopi. Sehingga mempengaruhi psikologis dan kepribadian saya. Apalagi ditambah dengan kebutuhan-kebutuhan mendesak keluarga yang kadang tidak menentu, membuat saya harus berpikir keras untuk mengendalikan situasi ini demi keharmonisan dan kebahagiaan keluarga yang lebih baik.</p>
<p>Beranjak dari hal tersebut, saya ingin mengembangkan sebuah ide bisnis yang brilian. Berdasarkan pengalaman bertahun-tahun surfing di Internet, inilah sebuah gagasan bisnis yang luar biasa. Sebelumnya, saya pernah berbisnis dengan beberapa produk barang dan jasa. Tapi selalu tidak bisa memuaskan hati saya. Sampai saya temukan ini.<span id="more-96"></span></p>
<p>Sebuah produk yang dengan luar biasa mampu memberikan kepuasan baik secara finansial maupun secara kualitas. Dalam waktu 2 bulan saja setelah penjualan pertama, saya sudah kebanjiran order atas produk ini. Sebuah bukti kepercayaan konsumen yang menakjubkan. Dan hebatnya, produk ini bisa dipasarkan secara online maupun offline.</p>
<p>Bisnis yang mengejutkan ini benar-benar telah merubah kondisi finansial saya 100% membaik. Selain memang powerful, produk ini memang berkualitas. Sangat relevan terhadap modernitas, dan memberikan prestige yang sempurna. Dengan produk ini, disamping mendapatkan profit yang tidak sedikit, saya juga mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi diri saya dan orang lain. Dengan pengetahuan tersebut, selain menjadi seorang penulis IT dan Telemarketer, saya juga dipercaya sebagai konsultan Blog, Website dan Internet di beberapa korporasi di Semarang. Inilah yang membuat saya semakin yakin dengan keampuhan produk ini, karena selain profit yang datang dari berbagai sumber, kehadiran saya juga bisa memberikan manfaat positif bagi orang lain.</p>
<p><strong><em>Memperkenalkan</em></strong>:</p>
<p style="text-align:center;">
<strong>&#8220;PAKET DIGITAL BISNIS ONLINE DAN WEBSITE LENGKAP&#8221;</strong></p>
<div id="attachment_99" class="wp-caption aligncenter" style="width: 212px"><a href="http://edwinvai.files.wordpress.com/2010/03/paketonline.jpg"><img class="size-full wp-image-99" title="paket online" src="http://edwinvai.files.wordpress.com/2010/03/paketonline.jpg?w=460" alt="paket online"   /></a><p class="wp-caption-text">paket online</p></div>
<p>Paket ini menyediakan banyak fasilitas-fasilitas dan fitur-fitur yang dibutuhkan oleh seorang usahawan dalam membangun kerajaan bisnisnya. Selain itu, pengetahuan rahasia berbisnis dan ber Internet pun akan dengan sangat mudah kita kuasai dengan membaca digital book yang tersedia di paket ini. Paket ini terdiri dari ratusan software, script, e-book, template, dan graphic siap pakai untuk keperluan bisnis anda baik secara online atau offline.</p>
<p>Dan yang luar biasa lagi, harganya super murah dan terjangkau sekali. Hanya <strong>Rp 60.000,-</strong> . Sulit dipercaya bukan? Dan yang lebih hebat lagi, dengan harga yang demikian murah dengan fungsi yang demikian menakjubkan itu, anda akan mendapatkan <strong>&#8220;Master Resell Right&#8221;</strong> (Hak jual ulang) nya dan<strong> &#8220;Private Label Right&#8221;</strong>. Luar Biasa bukan?</p>
<p>Di sini, saya akan memberikan 2 pilihan kepada anda. <em>Pilihan pertama</em>, anda akan saya berikan <strong>URL Rahasia </strong>untuk melakukan download terhadap produk-produk tersebut sepuas hati anda, selamanya. Sedang <em>pilihan yang kedua</em>, anda bisa juga mendapatkan paket fisik dari produk-produk ini yang sudah dirangkum dalam sebuah <strong>kepingan CD. </strong>Anda hanya perlu menambah biaya ongkos kirim sebesar Rp 25.000,-.</p>
<p><strong>Praktis bukan?</strong><br />
Saya telah membuktikan sendiri. Lalu bagaimana dengan anda? Apa yang masih anda tunggu? Jumlah uang sekian, kira-kira akan habis untuk apa? Pulsa, browsing, beli makanan cepat saji, atau hanya sekedar mentraktir teman-teman sekantor anda? Mengapa harus pikir panjang?</p>
<p>Untuk mendapatkan detail info dan mekanisme transaksi, silahkan kirim <a class="aligncenter" href="http://gmail.com/" target="_blank">email</a>ke :  <strong>edwin.vai08@gmail.com</strong> atau Yahoo Messenger di <strong>edwinvai@yahoo.com.</strong><br />
<em><strong>Konsultasi gratis</strong></em> setelah pembelian selama 2 bulan.</p>
<p>So, mari bersama-sama membangun bisnis yang wajar dan menguntungkan ini.</p>
<p><strong>Salam sukses&#8230;&#8230;&#8230;</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edwinvai.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edwinvai.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edwinvai.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edwinvai.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edwinvai.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edwinvai.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edwinvai.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edwinvai.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edwinvai.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edwinvai.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edwinvai.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edwinvai.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edwinvai.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edwinvai.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwinvai.wordpress.com&amp;blog=5412555&amp;post=96&amp;subd=edwinvai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edwinvai.wordpress.com/2010/03/02/bisnis-dahsyat-tahun-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3173be218928f1eb107ed82c3ce4d35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edwinvai</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edwinvai.files.wordpress.com/2010/03/tyo.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tyo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edwinvai.files.wordpress.com/2010/03/paketonline.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">paket online</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keberadaan Musik, Antara Bisnis dan Idealisme</title>
		<link>http://edwinvai.wordpress.com/2010/02/11/keberadaan-musik-antara-bisnis-dan-idealisme/</link>
		<comments>http://edwinvai.wordpress.com/2010/02/11/keberadaan-musik-antara-bisnis-dan-idealisme/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 07:37:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edwinvai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sudut Pandang]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena musik indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[musik indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edwinvai.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Musik sebagai sebuah sajian hiburan sekaligus sarana ekspresi diri, sudah selayaknya mendapat perhatian khusus dari masyarakat. Kepedulian terhadap perkembangan musik sekarang masih terbatas pada persoalan-persoalan pembajakan dan update lagu-lagu baru yang notabene mayoritas bernuansa melayu. Masih sedikit topik-topik diskusi musik yang membicarakan tentang bagaimana menjadi diri sendiri. Dalam sebuah studi kasus pada Seminar Musik di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwinvai.wordpress.com&amp;blog=5412555&amp;post=91&amp;subd=edwinvai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://edwinvai.files.wordpress.com/2010/02/idealism.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-92" title="idealism" src="http://edwinvai.files.wordpress.com/2010/02/idealism.jpg?w=300&#038;h=206" alt="" width="300" height="206" /></a>Musik sebagai sebuah sajian hiburan sekaligus sarana ekspresi diri, sudah selayaknya mendapat perhatian khusus dari masyarakat. Kepedulian terhadap perkembangan musik sekarang masih terbatas pada persoalan-persoalan pembajakan dan update lagu-lagu baru yang notabene mayoritas bernuansa melayu. Masih sedikit topik-topik diskusi musik yang membicarakan tentang bagaimana menjadi diri sendiri. Dalam sebuah studi kasus pada Seminar Musik di Universitas Diponegoro Semarang baru-baru ini yang dihadiri oleh Glenn Fredly dan sejumlah musisi Indonesia lainnya, lagu-lagu yang menembus angka penjualan di bursa (market leader) adalah Band-Band yang notabene  mengusung aliran Musik Melayu dan simple arrangement music.</p>
<p>Masyarakat sebagai konsumen sekaligus target komunikasi pasar tentu sudah pasti mau-mau saja menikmati sebuah sajian hiburan. Karena sudah menjadi hal yang lumrah ketika seseorang sudah gerah dengan hiruk pikuk dunia dan problematika kehidupan, ia akan mencari hiburan, bagaimanapunpun bentuknya. Dalam hal ini, musik Melayu telah berhasil menghibur mereka. Musik di Indonesia sekarang, tambah Glenn, adalah hasil eksperimen pihak label yang menggabungkan unsur musik warna Melayu dengan unsur rasa empati yang diramu dalam lagu yang bernuansa kehidupan anak muda sekarang, dan itu terbukti berhasil. Hal ini tentu saja berdampak pada profit yang optimal walaupun secara tidak langsung telah merubah paradigma pasar serta merusak kualitas musik Indonesia. Dulu, banyak sekali musisi Indonesia yang mengusung idealisme dalam musiknya. Sebut saja Ian Antono, Eet Syahrani, Mus Mujiono, Azis MS, Indra Lesmana, Gilang Ramadhan, Dwiki Dharmawan, Harry Toledo, Edo Voodoo, Andra Ramadhan, Andy Franzy dan lain-lain. Namun lagi-lagi fenomena “Ke-melayuan” menghempaskan musik mereka. Sayang memang…<span id="more-91"></span></p>
<p>Lalu, bagaimana dengan musisi-musisi kita. Beberapa dari mereka ada yang pasrah saja menikmati keuntungan dan kesuksesasn yang diraihnya dengan melacurkan diri menjadi pemusik Melayu ketika dipoles oleh manager-manager mereka. Namun, ada juga beberapa musisi yang prihatin terhadap fenomena ini. Seorang musisi harus menanggalkan jubah idealis yang telah lama diasahnya, demi mendapat kontrak dari label. Jika mau sukses, harus patuh. Hanya itu yang harus diingat oleh para pemusik yang ingin melejit. Inilah doktrin label yang sangat kuat dan mengakar di pusat saraf dan kejiwaan calon-calon artis ini. Para musisi pemerhati idealisme,  menyebutnya sebagai “Kemunduran Generasi”. Di lain pihak, ada juga musisi yang mengambil jalan tengah untuk menerapkan ke dua nya. Tohpati misalnya, sebelum melakukan tour “<strong>Trisum</strong>” bersama dengan rekan sejawatnya Dewa Budjana dan Balawan, pernah menyebutkan bahwa dia harus menjalani ke dua jalur musik agar tetap bisa eksis di jagad blantika musik Indonesia, “Industri” dan “Idealis”. “Nah, Trisum ini adalah jalur idealis” tegasnya. Namun bagaimanapun juga, presentase eksistensi <strong>musik Industrial</strong> jauh lebih besar di masyarakat dibandingkan dengan <strong>musik Idealis</strong>. Apalagi ditambah dengan peraturan pembatasan peredaran dan promosi lagu-lagu Mancanegara di Indonesia, memang membuat lagu Indonesia menjadi raja di kandang sendiri. Walau tidak bisa dipungkiri, kadang kejenuhan itu datang.</p>
<p><a href="http://edwinvai.files.wordpress.com/2010/02/kill-the-music.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-93" title="kill-the-music" src="http://edwinvai.files.wordpress.com/2010/02/kill-the-music.jpg?w=196&#038;h=300" alt="" width="196" height="300" /></a></p>
<p>Bagaimana pihak asing menyikapi gejala “Kemunduran Generasi” ini? Pada sebuah live show di Belanda, Harry Toledo pernah berdialog dengan seorang musisi asal Negeri Kincir Angin ini. Ia menyebutkan bahwa kebanyakan dari musisi-musisi Indonesia yang pernah tampil di Belanda dan di negara-negara Barat lainnya yang pernah ia lihat, memiliki kemampuan dan skill bermusik yang biasa. Bahkan musisi ini, berani mengatakan ada yang di bawah standar. Tentu saja wajah Harry Toledo langsung merah padam disinggung seperti itu karena tidak langsung penyataan itu juga mengarah kepadanya.</p>
<p>Sudah bukan rahasia lagi bahwa ketika seseorang akan masuk dapur rekaman harus dituntut ini itu oleh pihak label. Demi terciptanya keuntungan bagi kedua belah pihak. Termasuk merubah musik yang idealis, menjadi musik tanpa kualitas dan hanya berorientasi pasar. Musik benar-benar telah dikotori oleh jiwa bisnis promotornya.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan nasib idealisme musik sendiri? Ia hanya akan menjadi bahan pelajaran yang cukup diajarkan di sekolah-sekolah musik dan ditampilkan di depan penonton dalam sebuah acara memperebutkan gelar The Best Player saja. Seandainya mereka beruntung, paling-paling hanya sampai pada label Indie. Tidak lebih. Namun meski begitu, dalam periode yang sama pula, ia adalah sebuah elemen abstraksi agung yang selalu menjadi ruh musik dalam setiap perjalanannya menuju ke kedewasaan bermusik.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edwinvai.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edwinvai.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edwinvai.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edwinvai.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edwinvai.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edwinvai.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edwinvai.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edwinvai.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edwinvai.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edwinvai.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edwinvai.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edwinvai.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edwinvai.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edwinvai.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwinvai.wordpress.com&amp;blog=5412555&amp;post=91&amp;subd=edwinvai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edwinvai.wordpress.com/2010/02/11/keberadaan-musik-antara-bisnis-dan-idealisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3173be218928f1eb107ed82c3ce4d35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edwinvai</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edwinvai.files.wordpress.com/2010/02/idealism.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">idealism</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edwinvai.files.wordpress.com/2010/02/kill-the-music.jpg?w=196" medium="image">
			<media:title type="html">kill-the-music</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inklusivitas dan Citra Sang Presiden</title>
		<link>http://edwinvai.wordpress.com/2009/05/05/inklusivitas-dan-citra-sang-presiden/</link>
		<comments>http://edwinvai.wordpress.com/2009/05/05/inklusivitas-dan-citra-sang-presiden/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 13:01:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edwinvai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Barrack Obama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edwinvai.wordpress.com/2009/05/05/inklusivitas-dan-citra-sang-presiden/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, tepatnya Rabu 29 April 2009, terjadi sebuah peringatan akbar di Amerika Serikat. Barrack Husein Obama, presiden terpilih Amerika sangat berapi-api ketika berpidato dalam Pers Conference menyambut 100 hari pemerintahannya. Setelah menyelesaikan pidatonya dengan senyum segar sembari melambaikan tangan, ia kemudian menutup perjumpaan dengan rakyatnya. Semenjak Obama terpilih menjadi Presiden, banyak kalangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwinvai.wordpress.com&amp;blog=5412555&amp;post=70&amp;subd=edwinvai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu,</p>
<div id="attachment_72" class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><img class="size-medium wp-image-72" title="Barrack Obama" src="http://edwinvai.files.wordpress.com/2009/05/ob.jpg?w=240&#038;h=300" alt="Presiden Unik Amerika" width="240" height="300" /><p class="wp-caption-text">Presiden Unik Amerika</p></div>
<p>tepatnya Rabu 29 April 2009, terjadi sebuah peringatan akbar di Amerika Serikat. Barrack Husein Obama, presiden terpilih Amerika sangat berapi-api ketika berpidato dalam Pers Conference menyambut 100 hari pemerintahannya. Setelah menyelesaikan pidatonya dengan senyum segar sembari melambaikan tangan, ia kemudian menutup perjumpaan dengan rakyatnya. Semenjak Obama terpilih menjadi Presiden, banyak kalangan yang memprediksi adanya perubahan signifikan dalam sistem kepemerintahan U.S.A.  Pada awal kepemimpinannya,dia mengisyaratkan pendekatan kebijakan baru mulai dari isu ekonomi, perubahan iklim, sampai hubungan <strong>AS dan Iran</strong>. <span id="more-70"></span>Obama mencoba menggunakan pendekatan dialogìs terhadap negara-negara sahabat maupun negara-negara rivalnya.Kalangan pengamat menilai, masa 100 hari pertama kepemimpinan Obama tersebut menjadi periode yang kreatif di<strong> Gedung Putih</strong>. Sebab, ia telah menelurkan banyak kebijakan besar, mulai dari penutupan penjara Guantanamo sebagai tempat penyiksaan tersangka teroris dunia, solusi untuk resesi ekonomi, sampai upaya untuk merangkul Kuba. Dengan ekspektasi besar dari masyarakat, Obama telah memberikan harapan bagi rakyat AS dan dunia akan adanya masa depan yang lebih baik. Sosok idola politik <span class="yshortcuts">Amerika</span> yang masih berumur 47 tahun ini telah menunjukkan kesungguhannya dalam upaya menciptakan perdamaian di dunia Internasional pada umumnya dan Amerika Serikat yang dipimpinnya pada khususnya. Dalam lawatannya keEropa dan Amerika Latin, presiden kulit hitam pertama AS itu mengubah kesan Amerika menjadi negara yang lebih santun. Dibawah pemerintahan Bus sebelumnya, Amerika sangat kental dengan kesan mendikte. Kepada negara-negara Eropa, Presiden ini menyatakan keinginannya untuk mendengarkan pandangan-pandangan mereka. Sementara dalam konferensi<br />
negara-negara Amerika Latin, dia berjabat tangan dengan presiden Venezuela Hugo Chavez yang dikenal sangat anti-Amerika. Namun rintangan dan hubungan yang memanas dengan kubu Republik telah menjadikan permasalahan yang cukup mengganggu, kendati begitu ia berhasil menggolkan paket stimulus ekonomi sebesar 700 miliar dolar AS. Jumlah dana yang fantastis dan terbesar yang pernah dikeluarkan Washington selama ini untuk menghindar dari resesi. Tampaknya negeri Paman Sam itu akan mengalami cerita lain dalam pencitraannya. Dengan membawa falsafah humanisme dan kesetaraan, Obama siap melakoni perannya sebagai Presiden dan Negarawan dengan segala konsekuensinya. Situasi ini memperingatkan kita  pada gebrakan 100 hari SBY. Dengan segala janjinya dan ekspektasi besar dari rakyat Indonesia, ia dan kabinetnya berupaya memulihkan kondisi bangsa ini pada waktu itu. Peringatan 100 hari pemerintahan Obama menjadi suatu refleksi tersendiri bagi para pemimpin-pemimpin<br />
negara ini. Nilai sebuah pemerintahan secara otomatis akan naik atau turun berdasarkan citra yang dibangun dihadapan rakyatnya. Tidak salah jika Soekarno yang dijuluki &#8220;Singa Podium&#8221;, mampu mendongkrak citra kepemimpinannya melalui sistem pemerintahannya yang demokratis dan anti-Amerika. Soehartopun tidak lebih sama. Kebijakan-kebijakannya yang cenderung otoritarian, mampu menciptakan keamanan nasional dan menaikkan citra negaranya di mata negara lain. Walau mendapat kecaman dari berbagai kalangan, ia masih berpegang teguh pada prinsip otorisasinya dan yakin  akan mampu mensejahterakan rakyat.  Sebenarnya kala itu ia tak sendiri. Di masa sebelumnya, telah banyak presiden yang dengan kebijakan otoritarian mampu meyakinkan rakyatnya akan suatu kesejahteraan. Bahkan cara yang ditempuh lebih ekstrim. Sebut saja nama-nama seperti Mussolini di Italia, Hitler di <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Jerman</span>,  Fidel Castro di Kuba, dan tentunya <strong>George W. Bush</strong> di Amerika. Sejarah telah mencatat akan ekstrimnya pemikiran dan kebijakan mereka. Dan Soeharto telah disejajarkan dengan mereka. Sementara bagi banyak negarawan menilai Obama lebih kepada jalur leadership yang pernah ditempuh oleh  tokoh-tokoh semacam Abraham Lincoln, Akihito, dan SBY. Mainstream pemikiran yang cenderung lebih ke kanan serta sikapnya yang lebih bersahabat dan terbuka, membuat setiap usahanya berjalan mulus. Relevansi kebijakan terhadap situasi juga menjadi penentu perilaku rakyat yang semakin responsif terhadap kehadiran Obama di tahta kepresidenan negara adikuasa ini. Walaupun tetap ada pernyataan tentang tidak adanya perubahan di Amerika dengan Obama atau tidak seperti yang dilontarkan petinggi Al-Qaeda minggu lalu, banyak yang yakin bahwa hal tersebut tidak mengubah niat presiden yang lama mengikuti jejak-jejak ormas Islam di Timur Tengah ini. <span class="yshortcuts">Hanya</span> ada dua kemungkinan yang akan terjadi karena pemikirannya yang semakin menjauhi dominasi liberalisme Amerika. Masa depan<br />
yang lebih cerah, atau mati ditembak secara misterius seperti 2 presiden pendahulunya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edwinvai.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edwinvai.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edwinvai.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edwinvai.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edwinvai.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edwinvai.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edwinvai.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edwinvai.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edwinvai.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edwinvai.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edwinvai.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edwinvai.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edwinvai.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edwinvai.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwinvai.wordpress.com&amp;blog=5412555&amp;post=70&amp;subd=edwinvai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edwinvai.wordpress.com/2009/05/05/inklusivitas-dan-citra-sang-presiden/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3173be218928f1eb107ed82c3ce4d35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edwinvai</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edwinvai.files.wordpress.com/2009/05/ob.jpg?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">Barrack Obama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>How about being lonely in this life&#8230;</title>
		<link>http://edwinvai.wordpress.com/2009/05/04/how-about-being-lonely-in-this-life/</link>
		<comments>http://edwinvai.wordpress.com/2009/05/04/how-about-being-lonely-in-this-life/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 07:02:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edwinvai</dc:creator>
				<category><![CDATA[filosofi kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edwinvai.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Hari berganti, bulan berlalu,tahun berganti, dan musim bergilir. Manusia kian memenuhi jagad kehidupan ini. Bukannya semakin sedikit, jumlah populasi manusia semakin padat. Dengan kondisi yang demikian ini, seharusnya kehidupan sosial akan semakin membaik. Namun sayang, semakin sesak dunia yang kita diami bersama ini, justru semakin membelokkan cara pandang mereka. Bukan jiwa sosial lagi yang berkembang, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwinvai.wordpress.com&amp;blog=5412555&amp;post=67&amp;subd=edwinvai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_66" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-66" title="Merenung dan Kesepian" src="http://edwinvai.files.wordpress.com/2009/05/we.jpg?w=150&#038;h=100" alt="Merenung dan Kesepian" width="150" height="100" /><p class="wp-caption-text">Merenung dan Kesepian</p></div>
<p>Hari berganti, bulan berlalu,tahun berganti, dan musim bergilir. Manusia kian memenuhi jagad kehidupan ini. Bukannya semakin sedikit, jumlah populasi manusia semakin padat. Dengan kondisi yang demikian ini, seharusnya kehidupan sosial akan semakin membaik. Namun sayang, semakin sesak dunia yang kita diami bersama ini, justru semakin membelokkan cara pandang mereka. Bukan jiwa sosial lagi yang berkembang, namun jiwa individualistis yang berlebihan. Sudah tidak ada lagi kepedulian dalam hal apapun, terutama dalam kemanusiaan. Sikap egosentris yang berlebihan inilah yang akhirnya memunculkan berkurangnya nilai-nilai perdamaian dan kesetiakawanan sosial. Disadari atau tidak, dengan jumlah manusia yang tak habis untuk di hitung ini, kita sebenarnya telah hidup sendiri di dunia ini. Sampai kapan kita akan bertahan sendirian, sampai kapan???</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edwinvai.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edwinvai.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edwinvai.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edwinvai.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edwinvai.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edwinvai.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edwinvai.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edwinvai.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edwinvai.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edwinvai.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edwinvai.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edwinvai.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edwinvai.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edwinvai.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwinvai.wordpress.com&amp;blog=5412555&amp;post=67&amp;subd=edwinvai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edwinvai.wordpress.com/2009/05/04/how-about-being-lonely-in-this-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3173be218928f1eb107ed82c3ce4d35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edwinvai</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edwinvai.files.wordpress.com/2009/05/we.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Merenung dan Kesepian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Matinya Revolusi Ideologi</title>
		<link>http://edwinvai.wordpress.com/2009/05/01/matinya-revolusi-ideologi-2/</link>
		<comments>http://edwinvai.wordpress.com/2009/05/01/matinya-revolusi-ideologi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 14:39:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edwinvai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ideologi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edwinvai.wordpress.com/2009/05/01/matinya-revolusi-ideologi-2/</guid>
		<description><![CDATA[Sejauh manusia menancapkan kuku-kukunya di sudut-sudut peradaban dunia selama berabad abad, selalu ada kebutuhan akan suatu keyakinan. Mulai jaman kegelapan yang dimulai dengan adanya konsep ketuhanan Dewa Ra, manusia sudah berusaha menciptakan suatu paham kepercayaan yang hakekatnya sangat prinsipil sekali. Konsep yang selanjutnya dalam terminologi modern disebut ideologi ini, menuntut adanya pembuktian kebenaran dalam kehidupan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwinvai.wordpress.com&amp;blog=5412555&amp;post=65&amp;subd=edwinvai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_77" class="wp-caption alignleft" style="width: 206px"><img class="size-full wp-image-77" title="Total Surrender to God" src="http://edwinvai.files.wordpress.com/2009/05/aq.jpg?w=460" alt="Total Surrender to God"   /><p class="wp-caption-text">Total Surrender to God</p></div>
<p>Sejauh manusia menancapkan kuku-kukunya di sudut-sudut peradaban dunia selama berabad abad, selalu ada kebutuhan akan suatu keyakinan. Mulai jaman kegelapan yang dimulai dengan adanya konsep ketuhanan Dewa Ra, manusia sudah berusaha menciptakan suatu paham kepercayaan yang hakekatnya sangat prinsipil sekali.  Konsep yang selanjutnya dalam terminologi modern disebut <strong>ideologi</strong> ini, menuntut adanya pembuktian kebenaran dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya pada tahun-tahun berikutnya, dengan berbagai jenis lelaku sosialnya,manusia belajar untuk lebih memahami arti kehidupan. Di tengah-tengah hegemoni sosial yang semakin maju, muncullah nama-nama besar yang menjadi poros tengah pemikiran peradaban pada setiap masa. <span id="more-65"></span>Socrates, Plato, dan Aristoteles hadir di tengah masa-masa kejahiliyahan Yunani. Ia memberikan sumbangsih pemikiran yang terlampau maju pada zamannya. Pendapatnya mengenai jiwa manusia yang hidup dalam raga ini,dan segala tesisnya mengenai metodologi matematis ilmiah, ditolak mentah-mentah pada masanya. Walhasil, kerajaan memutuskan mengeksekusi Socrates di tiang gantung. Ini adalah bukti bahwa pembaharu peradaban yang membawa <strong>ideologi</strong> kehidupan, tidak selalu harmonis dengan zaman dimana ia hidup. Sidharta Gautama memperkenalkan risalah sang Budha setelah perjalanan sucinya menapaki kehidupan yang serba kotor ini. Ia sadar, di tengah gelapnya langit, ada jutaan bintang yang memberikan sinarnya tanpa kenal lelah. Ia hanya berusaha mencarinya di dunia yang fana ini. Swami Vivekanda juga salah satu pencari sinar langit itu yang juga pembawa ideologi religi. Kita mengenal adanya zaman kecerdasan manusia, zaman Renaissance. Di zaman ini, muncul puluhan nama-nama besar seperti Leonardo da Vinci. Sampai sekarang tidak ada yang mampu menandingi kejeniusannya dalam ilmu seni dan budaya. Könsep <strong>kemanusiaan</strong> yang dibawanya juga sangat maju. Sayang, sampai sekarang kabar kematiannya masih menjadi misteri. Walaupun ada keterkaitan dengan isu konflik Persaudaraan Ular dari kubu Zionis, namun tidak bisa dipastikan apakah dia terlibat didalamnya. Walau begitu, lukisan Monalisa merupakan saksi bisu sejarah perjuangan kemanusiaan Leonardo da Vinci yang sarat dengan kontroversi itu. Pada masa yang sangat berdekatan, muncul pula nama-nama seperti Ibnu Sina, El Farabi, Abunawas, Imam Abu Hanifah,Syaikh Abdul Qadir Al-Jaelani sampai Imam Al Ghazali dan Hasan Al Banna. Mereka hadir dengan Ideologi <strong>Islam</strong> khas Timur Tengah. Mereka melanjutkan perjuangan sesepuh pendahulunya, Nabi Muhammad SAW. Mereka menuntun masyarakat<strong> Islam</strong> Madani pada waktu itu dengan etika humanisme ke-Islaman. Kemajuan peradabanpun terwujud di Timur Tengah. Perdagangan, ekönomi, sistem pemerintahan hingga seni dan kebudayaan dapat termanajemen dengan sempurna hanya dengan sebuah<strong> ideologi</strong> walau pada kenyataannya terkotak kotak menjadi beberapa madzhab aliran. Itupun karena tingkat ketaatan iman dan kehati-hatian penafsiran terhadap literasi kitab suci mereka. Kala itu pula, di Tanah Jawa merupakan basis perkembangan <strong>ideologi</strong> Islam yang dipelopori oleh Wali Songo. Perkembangan <strong>ideologi</strong> ini cenderung membuat surprise masyarakat luas lantaran Ideologi Semar Kejawen dan Hinduisme-Buddhisme masih melekat di dalam rel pemikiran mereka. Maka tidak salah jika sebuah nama muncul di permukaan dengan membawa <strong>ideologi</strong> akulturasi Islam-Jawa. Dialah Syekh Siti Jenar. Satu-satunya orang yang memiliki Ideologi Islam Kiri.Banyak rakyat yang akhirnya memihak pada dia, lantaran lebih cocok dan lebih bisa diterima pada waktu itu. Ia juga yang merekomendasikan adanya Pemilu langsung oleh rakyat. Bukan dari kalangan keluarga kerajaan. Sayang, ia pun harus mengakhìri hidupnya dengan eksekusi dari para pembesar wali songo. Selalu ada yang harus dikorbankan dalam setiap pembangunan. Itu adalah harga mati bagi sebuah birokrasi kepemerintahan. Sudah bukan hal yang aneh lagi jika yang berkuasalah yang menang. <strong>Ideologi</strong> sebagai sebuah prinsip hidup dan nilai-nilai idealisme manusia telah membawa masyarakt majemuk ke sebuah ranah prinsip tunggal yang harus diyakini sebagai kebenaran, walau terkadang dilakukan dengan intimidasi, vandalisme, dan pembunuhan. Bagi penguasa yang menggunakan hak otoritasnya dalam suatu tirani, pemusnahan ideologi baru adalah hal yang mutlak harus dilakukan. Karena, nyamuk yan sudah mengganggu memang harus dibasmi.</p>
<p>Di era perang dingin <strong>revolusi ideologi</strong> juga banyak terjadi di berbagai belahan dunia. Di Rusia, Lenin memberikan banyak sumbangan pemikirqan bagi perkembangan bangsa komunisnya. Seperti halnya Hegel dan Karl Marx yang kemudian menjadi tokoh terbesar dalam sejarah komunisme Rusia dan memberikan perkembangan pembaruan<strong> ideologi</strong> dunia. Kaum revivalis semacam ini, pada dasarnya berhasil membangun <strong>ideologi</strong> baru karena memiliki kedekatan dan hubungan yang baik dengan dunia aristokrasi. Namun lain halnya dengan mereka yang menjalankan prinsip idealismenya di arus bawah dan sangat jauh dari borjuisme. Apabila totalitas mereka tidak signifikan, maka tiang gantungan atau pelor prajuritlah yang akan berbicara terakhir kali. Che Guevara adalah salah satu contoh paling jelas yang dapat kita saksikan. Ia adalah militan revolusi Kuba yang sangat dikagumi dan diegani oleh kawa maupun lawan. Namun karena perilaku <strong>ideologi</strong>nya yang terlalu berseberangan dengan pemerintah, maka ia pun harus berakhir dengan peluru prajurit setelah sebelumnya bertempur sengit dalam sebuah gerilya di hutan belantara. Sungguh kematian yang terhormat. Walaupun sahabat karibnya yang juga sama-sama berjuang dengan tujuan yang sama Fidel Castro berhasil memimpin Kuba selama berpuluh-puluh tahun, namun kesuksesan itu harus ditebus dengan pengorbanan darah sang pejuang terbaik Kuba Che Guevara.</p>
<p>Hal yang sama juga terjadi di Tanah Air. Tan Malaka adalah pelopor pemikir dan negarawan yang teramat liberalnya. Pada masanya ia banyak menyentuh wilayah agama, kenegaraan, politik, sosial, hingga seni dan budaya. Ia adalah salah satu jenius terbaik yang pernah dimiliki bangsa ini. Sayangnya kedewasaan berpolitiknya membuat resah pemerintah ketika itu. Dan anehnya sampai sekarang tidak seorangpun yang tau dimana keberadaannya atau mungkin mayatnya. Meskipun begitu, bukunya yang paling kontroversial berjudul &#8220;Madilog&#8221; kini baru dapat dinikmati setelah era reformasi. Nazi, adalah bukti nyatakemenangan suatu <strong>ideologi</strong> yang berjalan dari akar hingga ujung. Walaupun<strong> ideologi </strong>yang aa padanya mengundang adanya unsur sara&#8217; dan vandalisme namun perjuangan sang tokoh pembaharuannya Adolf Hitler, sangat dikagumi oleh banyak kalangan. Karena jalur yang ditempuh itulah yang membuat Hitler menjadi sangat powerful dan sangat disegani di dunia. Ia berada di tengah-tengah penguasa yang radikal kala itu. Seperti Benito Mussolini di Italia, dan Mao Ze Dong di Jepang. Pemerintahan mereka banyak mempengaruhi paradigma interaksi dunia Internasional. Itulah sebabnya pada masa-masa perang dingin banyak negara-negara yang memliki pemimpin yang otoriter, bertangan besi, dan radikal. Inilah yang terjadi memang. <strong>Ideologi</strong> memiliki arti penting bagi eksistensi suatu bangsa. Dan <strong>revolusi ideologi </strong>adalah suatu keniscayaan.</p>
<p>Sungguh ironis. Manusia memang memiliki kemampuan menggunakan akal, logika dan nalurinya. Namun terkadang mereka terjebak dalam posisi ketika bertemu dengan pedang penguasa. Sebenarnya, hal mendasar yang ingin  mereka sampaikan ialah bahwa manusia adalah mati jika terbungkam, bahwa manusia adalah cerdas jika bebas ber<strong>ideologi</strong>,  dan bahwa manusia adalah buta tanpa ideologi. Mungkin tersebut telah cukup memberikan penjelasan bahwa banyak sekali fakta tentang terjadinya <strong>revolusi ideologi</strong>. Mereka mencoba membuktikan kebenaran dengan caranya masing-masing. Sayangnya pedang penguasa jauh lebih tajam dari lidah perjuangan mereka. Membuat dunia yang kita diami ini hanya dipenuhi dengan ideologi-ideologi yang statis, yang tak mampu menerima kemajuan peradaban, stagnan tak bergerak, bahkan terasa sempit. Membuat manusia semakin terkurung dalam penjara <strong>ideologi</strong> yang telah dibangun sejak lama, dan hanya mampu pasrah, dan pasrah&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edwinvai.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edwinvai.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edwinvai.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edwinvai.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edwinvai.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edwinvai.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edwinvai.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edwinvai.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edwinvai.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edwinvai.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edwinvai.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edwinvai.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edwinvai.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edwinvai.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwinvai.wordpress.com&amp;blog=5412555&amp;post=65&amp;subd=edwinvai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edwinvai.wordpress.com/2009/05/01/matinya-revolusi-ideologi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3173be218928f1eb107ed82c3ce4d35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edwinvai</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edwinvai.files.wordpress.com/2009/05/aq.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Total Surrender to God</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Where is my sky</title>
		<link>http://edwinvai.wordpress.com/2009/04/29/where-is-my-sky/</link>
		<comments>http://edwinvai.wordpress.com/2009/04/29/where-is-my-sky/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 04:48:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edwinvai</dc:creator>
				<category><![CDATA[filosofi kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edwinvai.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Dimana langitku yang selama ini kukenang. Ia telah hilang. Langit yang selalu ada ketika dunia ini damai tanpa gemuruh suara alam yang menolak akan kebrutalan manusia. Alam ini menjerit pedih. Meraung-raung akan anarkisme dan vandalisme yang dilakukan manusia. Langit yang sekarang, hanyalah menjadi saksi bisu arogansi umat manusia yang selalu membuat kesewenang-wenangan di kaki langit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwinvai.wordpress.com&amp;blog=5412555&amp;post=57&amp;subd=edwinvai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dimana langitku yang selama ini kukenang. Ia telah hilang. Langit yang selalu ada ketika dunia ini damai tanpa gemuruh suara alam yang menolak  akan kebrutalan manusia. Alam ini menjerit pedih.  Meraung-raung  akan anarkisme dan vandalisme yang dilakukan manusia.  Langit  yang sekarang,  hanyalah menjadi saksi bisu arogansi umat manusia yang selalu membuat kesewenang-wenangan di kaki langit ini. Ia terlalu agung untuk menyaksikan kenyataan ini. Terlalu hening untuk bersikap. Juga terlalu suci untuk berang. So, I want my sky. But, where is my sky, yang selalu memberiku ketenangan dan kedamaian saat aku melihatnya. Ternyata jiwaku kini tak mampu lagi untuk melihat indahnya langit, karena kotornya tempat yang aku singgahi ini.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-56" title="ul" src="http://edwinvai.files.wordpress.com/2009/04/ul.jpg?w=150&#038;h=113" alt="ul" width="150" height="113" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edwinvai.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edwinvai.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edwinvai.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edwinvai.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edwinvai.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edwinvai.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edwinvai.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edwinvai.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edwinvai.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edwinvai.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edwinvai.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edwinvai.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edwinvai.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edwinvai.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwinvai.wordpress.com&amp;blog=5412555&amp;post=57&amp;subd=edwinvai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edwinvai.wordpress.com/2009/04/29/where-is-my-sky/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3173be218928f1eb107ed82c3ce4d35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edwinvai</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edwinvai.files.wordpress.com/2009/04/ul.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Rancangan</title>
		<link>http://edwinvai.wordpress.com/2009/03/02/sebuah-rancangan/</link>
		<comments>http://edwinvai.wordpress.com/2009/03/02/sebuah-rancangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 12:43:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edwinvai</dc:creator>
				<category><![CDATA[filosofi kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[dunia batin]]></category>
		<category><![CDATA[filsuf]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[rancangan]]></category>
		<category><![CDATA[realita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edwinvai.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa air mengalir, mengapa hujan turun ke bumi, mengapa burung terbang di udara, mengapa jantung selalu berdenyut, mengapa manusia bernafas, mengapa Buddha selalu tersenyum, dan mengapa matahari selalu muncul tiap pagi? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan retoris yang pada dasarnya tidak membutuhkan jawaban. Padahal disinilah letak poros dari kehidupan itu terletak. Ya, itulah rancangan kehidupan yang setiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwinvai.wordpress.com&amp;blog=5412555&amp;post=31&amp;subd=edwinvai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_80" class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><img class="size-full wp-image-80" title="abstraksi" src="http://edwinvai.files.wordpress.com/2009/03/ew.jpg?w=460" alt="abstraksi"   /><p class="wp-caption-text">abstraksi</p></div>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Mengapa air mengalir, mengapa hujan turun ke bumi, mengapa burung terbang di udara, mengapa jantung selalu berdenyut, mengapa manusia bernafas, mengapa Buddha selalu tersenyum, dan mengapa matahari selalu muncul tiap pagi? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan retoris yang pada dasarnya tidak membutuhkan jawaban. Padahal disinilah letak poros dari kehidupan itu terletak. Ya, itulah rancangan kehidupan yang setiap waktu dan setiap detik selalu berjalan sesuai dengan kodratnya tanpa pernah melawan.<span id="more-31"></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Itulah realita yang dalam hal ini saya sebut sebagai kulit kehidupan (<em>reality</em>). Namun ada bagian yang lebih dalam dari kehidupan. Ia tidak nampak namun cenderung lebih terasa pengaruhnya dibanding dengan kulit kehidupan yang secara fisik nampak dengan sangat jelas dan nyata. Inilah yang oleh banyak filsuf, agamawan, dan ilmuwan disebut sebagai dunia batin (<em>mind world</em>). Bahkan banyak yang mengklaim bahwa apabila manusia dapat menguasai dan mengolah kebatinan mereka ini, maka dunia akan ada dalam genggaman. Tak ada lagi kesusahan dan kemalangan. Yang ada hanya perasaan bahagia dan nyaman saja. Sayangnya tesis ini masih bias, dan orang-orang yang mengaku telah melampaui proses kebatinan ini hanya berkata “Kalian tidak akan merasakan kebahagiaan yang kami rasakan apabila kalian belum melewati proses yang telah kami lewati”, begitu kira-kira argumen mereka.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Pada banyak kasus, ditemukan bahwa manusia melakukan suatu aksi kontroversi yang memicu banyak perdebatan, pada sisi hakikat sebenarnya berasal dari dalam diri mereka sendiri. Mereka bergelut dengan dirinya sendiri karena berbagai faktor kewarasan dan ketidakwarasan baik dari luar maupun dalam. Sayangnya, karena kedangkalan pemikirannya, dan karena ketidakmampuan mereka dalam melihat alam, mereka melempar kesalahan dan kemarahan pada pihak lain. Manusia ingin selamat, tapi tak pernah mencari jalan yang selamat. Itu sudah menjadi sifat dasar manusia sejak zaman nenek moyang, dan gen yang telah menyatu dalam darah itu, diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi sampai hari ini.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Demi mewujudkan keinginan batinnya yang berupa suara-suara dalam hati mereka (<em>inner voices</em>), manusia melakukan berbagai  upaya mencari jalan selamat dengan jalan yang tak selamat. Karena sedikitnya ketersediaan solusi yang selamat. Etika sosial runtuh, interaksi humanitas menyimpang, perilaku budaya menurun, dan propaganda istilah yang hanya obral janji semakin marak yang oleh kalangan cendekiawan dinamakan sebagai suatu pembangkangan massal (<em>global rebellion</em>). Itulah kurang lebihnya akibat yang ditimbulkan oleh ketidakarifan manusia dalam menjalani perannya di dunia yang tak pernah abadi ini. Sementara lampu kehidupan semakin meredup, denting waktu semakin cepat berdetak, dan dunia semakin sesak.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Batas-batas kewajaran yang berdiri kokoh membentengi moralitas mereka, satu-persatu runtuh. Aturan main yang telah lama sekali ditetapkan oleh Yang Empunya kehidupan yang dalam bahasa manusia disebut Agama, sudah tak lagi menjadi suatu tuntunan. Ya. Rancangan-Nya telah dirusak. Yang tidak lain tidak bukan terjadi karena “kecerdasan” manusia yang terlalu disikapi secara berlebihan, justru secara etimologi  telah mengubah arti kebahasaan dari kata itu sendiri menjadi “kebodohan”. Parahnya, manusia yang semakin kehilangan kewarasannya ini malah semakin menganggap dirinya waras dan bijaksana dengan melakukan pemberangusan rasis  dan upaya penguasaan dunia dengan berbagai dalih dan alasan untuk kemanusiaan yang diambil dari kamus-kamus Negara-negara adidaya yang memberikan janji akan menjadi penyelamat bagi dunia baru nanti (<em>messiah of the future</em>). Sayangnya, lagi-lagi pembangkangan massal lagilah yang terjadi. Semua orang memaksakan kehendak-kehendak sepihak untuk melawan rancangan Tuhan.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Apa yang telah di Kodratkan terhadap semua makhluk, adalah haq untuk diterima dan dijalani karena itu semua sudah menjadi bagian dari rancangan-Nya. Makhluk yang bernama binatang saja, walaupun tidak berakal mampu mematuhi aturan dan hukum alam dan segala rancangan yang ditetapkan-Nya. Sebaliknya, manusia yang merasa paling tinggi derajatnya sampai-sampai saling mengungguli satu sama lain di antara mereka. Persamaan manusia dan binatang adalah sama-sama membunuh demi perut mereka. Dan perbedaannya adalah, binatang tidak menggunakan otaknya karena tidak punya otak, sedangkan manusia tidak menggunakan otaknya walaupun memilikinya.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Sekarang, tinggal bagaimana manusia memanusiakan manusia lainnya, dan bagaimana manusia menerima rancangan-rancangan-Nya.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edwinvai.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edwinvai.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edwinvai.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edwinvai.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edwinvai.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edwinvai.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edwinvai.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edwinvai.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edwinvai.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edwinvai.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edwinvai.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edwinvai.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edwinvai.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edwinvai.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwinvai.wordpress.com&amp;blog=5412555&amp;post=31&amp;subd=edwinvai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edwinvai.wordpress.com/2009/03/02/sebuah-rancangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3173be218928f1eb107ed82c3ce4d35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edwinvai</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edwinvai.files.wordpress.com/2009/03/ew.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">abstraksi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kata kata para bijak</title>
		<link>http://edwinvai.wordpress.com/2009/02/06/kata-kata-para-bijak/</link>
		<comments>http://edwinvai.wordpress.com/2009/02/06/kata-kata-para-bijak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 03:55:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edwinvai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata bijak]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kata-kata bijak]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[wisdom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edwinvai.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah beberapa kata-kata bijak para tauladan kita yang patut kita renungi: Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.(Nabi Muhammad SAW) Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. (Nabi Muhammad SAW) Yang terbaik di antara kalian adalah mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwinvai.wordpress.com&amp;blog=5412555&amp;post=19&amp;subd=edwinvai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_25" class="wp-caption alignnone" style="width: 239px"><img class="size-full wp-image-25" title="wisdom view" src="http://edwinvai.files.wordpress.com/2009/02/ed.jpg?w=460" alt="a wide life horizon"   />s<p class="wp-caption-text">a wide life horizon</p></div>
<p>Berikut adalah beberapa kata-kata bijak para tauladan kita yang patut kita renungi:</p>
<p>Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.(Nabi Muhammad SAW)<br />
<span id="more-19"></span><br />
Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.<br />
(Nabi Muhammad SAW)</p>
<p>Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia.<br />
(Nabi Muhammad SAW)</p>
<p>Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian.<br />
(Nabi Muhammad SAW)</p>
<p>Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal.(Imam Al Ghazali)</p>
<p>Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.(Khalifah &#8216;Umar)</p>
<p>Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan.(Ibnu Mas&#8217;ud)</p>
<p>Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.(Khalifah &#8216;Ali)</p>
<p>Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah.(Ibnu Mas&#8217;ud)</p>
<p>Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu.<br />
(Khalifah &#8216;Ali)</p>
<p>Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.(Khalifah &#8216;Umar)</p>
<p>Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk.(Imam An Nawawi)</p>
<p>Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.(Khalifah &#8216;Umar)</p>
<p>Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari.(Bediuzzaman Said Nursi)</p>
<p>Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa.(Bediuzzaman Said Nursi)</p>
<p>Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg. (Bediuzzaman Said Nursi)</p>
<p>Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan. (Bediuzzaman Said Nursi)</p>
<p>Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup. (Bediuzzaman Said Nursi)</p>
<p>Pengetahuan tidaklah cukup; kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup; kita harus melakukannya. (Johann Wolfgang von Goethe)</p>
<p>Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. (Johann Wolfgang von Goethe)</p>
<p>Kearifan ditemukan hanya dalam kebenaran. (Johann Wolfgang von Goethe)</p>
<p>Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang. (Einstein)</p>
<p>Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian. (Einstein)</p>
<p>Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan seluruh jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang. (Einstein)</p>
<p>Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya &#8211; langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmah di dalamnya. (Einstein)</p>
<p>Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan &#8220;rendah hati.&#8221; (Einstein)</p>
<p>Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan mata mereka sendiri dan merasakan dengan hati mereka sendiri. (Einstein)</p>
<p>Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna. (Einstein)</p>
<p>Tidak semua yang dapat menghitung dapat dihitung, dan tidak semua yang dapat dihitung dapat menghitung. (Einstein)</p>
<p>Selamat merenung&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edwinvai.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edwinvai.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edwinvai.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edwinvai.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edwinvai.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edwinvai.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edwinvai.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edwinvai.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edwinvai.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edwinvai.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edwinvai.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edwinvai.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edwinvai.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edwinvai.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwinvai.wordpress.com&amp;blog=5412555&amp;post=19&amp;subd=edwinvai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edwinvai.wordpress.com/2009/02/06/kata-kata-para-bijak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3173be218928f1eb107ed82c3ce4d35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edwinvai</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edwinvai.files.wordpress.com/2009/02/ed.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wisdom view</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wisdom of Life</title>
		<link>http://edwinvai.wordpress.com/2009/02/05/wisdom-of-life/</link>
		<comments>http://edwinvai.wordpress.com/2009/02/05/wisdom-of-life/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 12:27:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edwinvai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata bijak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edwinvai.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwinvai.wordpress.com&amp;blog=5412555&amp;post=16&amp;subd=edwinvai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-54" title="tu" src="http://edwinvai.files.wordpress.com/2009/02/tu.jpg?w=128&#038;h=90" alt="tu" width="128" height="90" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edwinvai.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edwinvai.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edwinvai.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edwinvai.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edwinvai.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edwinvai.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edwinvai.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edwinvai.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edwinvai.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edwinvai.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edwinvai.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edwinvai.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edwinvai.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edwinvai.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwinvai.wordpress.com&amp;blog=5412555&amp;post=16&amp;subd=edwinvai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edwinvai.wordpress.com/2009/02/05/wisdom-of-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3173be218928f1eb107ed82c3ce4d35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edwinvai</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edwinvai.files.wordpress.com/2009/02/tu.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">tu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>THE WORLD IS NOT ENOUGH</title>
		<link>http://edwinvai.wordpress.com/2009/02/04/the-world-is-not-enough/</link>
		<comments>http://edwinvai.wordpress.com/2009/02/04/the-world-is-not-enough/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 10:40:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edwinvai</dc:creator>
				<category><![CDATA[filosofi kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[indah]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edwinvai.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai sebuah bentuk dunia yang tak pernah usang oleh zaman, dunia ini adalah sebuah induk semang bagi parasit-parasit yang bernama manusia. Mungkin itu adalah sebuah analogi final untuk mewakili keberadaan manusia di dunia yang penuh dengan keindahan ini. Dimana lagi kita akan menyandarkan diri dan hidup kita jika tidak dengan mengkonsumsi benda-benda keduniaan. Hanya satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwinvai.wordpress.com&amp;blog=5412555&amp;post=7&amp;subd=edwinvai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_46" class="wp-caption alignleft" style="width: 190px"><img class="size-medium wp-image-46" title="mawar" src="http://edwinvai.files.wordpress.com/2009/02/rose007.jpg?w=180&#038;h=135" alt="Mawar yang indah dengan duri-duri tajamnya" width="180" height="135" /><p class="wp-caption-text">Mawar yang indah dengan duri-duri tajamnya</p></div>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p>Sebagai sebuah bentuk dunia yang tak pernah usang oleh zaman, dunia ini adalah sebuah induk semang bagi parasit-parasit yang bernama manusia. Mungkin itu adalah sebuah analogi final untuk mewakili keberadaan manusia di dunia yang penuh dengan keindahan ini. Dimana lagi kita akan menyandarkan diri dan hidup kita jika tidak dengan mengkonsumsi benda-benda keduniaan. Hanya satu hal yang semakin menjadi motivasi manusia – manusia dunia dalam melakukan berbagai macam perilaku kemanusiaan, yaitu kepuasan. Dalam berbagai macam interaksinya, kaum yang merasa dirinya beradab ini selalu menjadikan kepuasan sebagai misi utama dalam berkebudayaan.<span id="more-7"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Berbagai aspek kehidupan yang kita lihat, dengar, rasakan  dan kita jalani ini terkadang memburamkan mata kita yang kemudian selanjutnya membutakan mata hati kita sehingga mudah sekali bagi kita untuk tesesat di berbagai jalan dan bentuknya. Begitu jelas batas-batas yang seharusnya tidak kita langgar, namun karena hanya semata-mata demi kepuasan saja, hilanglah sudah batas-batas yang berdiri kokoh di hadapan kita dan berganti menjadi pemandangan bunga-bunga indah dan cantik. Mereka bermekaran di sekeliling kita dan membuat kita berdecak kagum sampai-sampai ingin memetik mereka semua tanpa peduli apa yang akan terjadi setelahnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><!--more--> Dalam beberapa hal kita hanyalah manusia biasa yang hanya mampu menerima saja tanpa dapat menuntut lebih.  Namun kebanyakan manusia melakukan tindakan-tindakan di luar batas hanya untuk memenuhi sesuatu yang seharusnya cukup namun mereka pikir belum memberikan kepuasan. Inilah suatu hal yang patut kita renungi bersama. Bahwa dunia dengan segala hartanya tak pernah cukup untuk kita nikmati. Bahwa hidup dengan segala keindahannya tak pernah memberikan kepuasan bagi kita. Dan bahwa manusia dengan segala kecerdasannya tak pernah mampu melihat betapa cukupnya dunia bagi mereka.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edwinvai.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edwinvai.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edwinvai.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edwinvai.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edwinvai.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edwinvai.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edwinvai.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edwinvai.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edwinvai.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edwinvai.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edwinvai.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edwinvai.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edwinvai.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edwinvai.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwinvai.wordpress.com&amp;blog=5412555&amp;post=7&amp;subd=edwinvai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edwinvai.wordpress.com/2009/02/04/the-world-is-not-enough/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3173be218928f1eb107ed82c3ce4d35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edwinvai</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edwinvai.files.wordpress.com/2009/02/rose007.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mawar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
